Disable Copying

Find it in Pantai Menganti!

A beach paradise full of unknown wonders :)

Waduk Mrica

Great photos, great pictures, great moments :)

@Banyumas

Look down there, there might be lives living in peace :)

Candi Prambanan

Indonesia's exclusive paradise for archeological adventures.

6th Sainsation

An exciting English Debate Competition in UNSOED Engineering Faculty!

Friday, February 13, 2015

Pantai Menganti

Sebuah Surga di balik Gunung
Oleh: Maulana Malik Fikri
Sekilas pemandangan Pantai Menganti
Pantai Menganti adalah sebuah pantai yang terletak di pesisir, daerah Kebumen. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Ayah. Jalan menuju pantai ini sangat berliku-liku, karena harus melewati perbukitan Karst di sekitar daerah Kebumen ini. Dalam perjalanan, dapat dilihat pemandangan hijau yang memanjakan mata, disertai dengan kesunyian pedesaan di bukit. Karena sudah dikenal sebagai tempat wisata, tidak jarang tempat ini dipenuhi dengan pengunjung, dari lokal hingga luar kota. Ada juga yang mencari tempat berfoto disini, karena pemandangan yang indah. Namun ada juga yang menggunakan tempat ini untuk maksiat, terutama para remaja yang berpacaran. Mendengar kabar panorama ini, kamipun bergegas ke tempat ini.
Salah satu bulu babi :D
Kerang seperti banyak ditemukan disini :)
Mungkin saat itu perjalanan sekitar 6 jam dari Purbalingga. Hal itu karena kami harus mencari alat pancing, dan kami juga sedikit lupa jalan. Namun kami akhirnya tiba disana, dengan persiapan yang cukup. Saat itu kami memang berencana memancing di laut, karena terdapat banyak ikan disana. Bahkan, anda dapat melihat ikan hias yang kecil-kecil berenang di sekeliling pantai yang penuh koral itu. Disana, kami memancing ikan kerapu, karena mereka sangat jelas terlihat, namun sulit ditangkap. Kerumitan ini membawa sensasi tersendiri, namun tetap saja akan kesal jika pulang dengan tangan kosong.
Jejeran kapal-kapal nelayan
Sunset yang terlihat dari ujung gubuk
Hal menarik yang saya amati dari pantai ini adalah, ada sebagian pantai yang koralnya hidup, namun ada juga bagian dimana koralnya mati. Mungkin hal ini disebabkan oleh penggunaan bom ikan, ataupun adanya kegiatan nelayan (ataupun pariwisata) yang kurang mendukung kehidupan ekosistem. Sangat disayangkan, padahal tempat ini sangat berpotensi untuk menjadi lokasi wisata yang menarik.

Kekurangan tempat ini mungkin adalah kurangnya fasilitas, seperti kamar mandi, tempat suvenir, ataupun tempat berteduh. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pengelolaan sampah di tempat ini. Jika saja tempat ini lebih dikembangkan, saya yakin tempat ini bakal menjadi lokasi wisata yang terkenal. 
Ombak yang menerjang kami
Oyaaa... Karena saya rasa belum cukup puas melihat foto-foto diatas, silakan perhatikan foto-foto di bawah ini. Saya yakin anda tak akan rugi menyempatkan waktu bermain kesana. Karena disana terdapat berbagai hal indah melebihi pantai-pantai lain, walaupun memiliki kekurangan yang cukup jelas :) Hope you enjoy it and see you in the next thread!
Our members :D
Backview laut yang luas dengan kontras sinar matahari
Couple ini, dengan backview pegunungan
Dengan sunset yang sayangnya tertutup awan
Bola Matahari di Tangan !
Claudia, dengan koral yang telah mati

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Evidence of Palembang's Residential Palace
Oleh: Maulana Malik Fikri
Di depan museum
Selanjutnya, saya mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, di Palembang. Museum ini terletak tidak jauh dari Jembatan Ampera dan Sungai Musi yang mengalir dibawahnya, serta sangat dekat dengan Monpera, sebuah museum lain di kota Palembang. Museum ini tergolong kecil, namun terdapat beberapa hal yang menarik dalam museum ini. Museum ini dibentuk seperti sebuah rumah adat tradisional, namun mungkin dengan sedikit spesifikasi. Di halaman, kalian dapat dengan mudah melihat arca-arca yang telah ditemukan di daerah Palembang dan sekitarnya.
Salah satu kain yang tersimpan dalam museum
Salah satu keramik khas Palembang
Dalam sejarahnya, Palembang dikenal sebagai sebuah kerajaan, yang disebut sebagai Kesultanan Palembang. Pada jaman kerajaan itu, Palembang sangat terkenal sebagai kota berdagang, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya koleksi kain-kain produk luar negeri yang masih tersimpan dengan rapi di lemari kaca museum ini. Diceritakan juga bagaimana Palembang melawan penjajahan kolonial Belanda dalam pertarungan lima hari lima malam, dalam sebuah miniatur yang cukup mengesankan.
Sebuah penemuan patung kuno
Sebuah Arca Ganesha
Disini juga diberikan gambar-gambar dan lokasi mengenai penemuan candi-candi di daerah Sumatera Selatan, serta makam-makam orang yang dianggap keramat. Kemudian, mungkin hal yang paling menarik adalah adanya prasasti-prasasti yang tertulis dalam batu maupun dalam sejenis kertas perak. Seandainya saja terdapat terjemahan, ataupun penelitian mengenai prasasti-prasasti tersebut, pasti akan mengambil daya tarik lebih bagi pelajar, peneliti maupun wisatawan. Terdapat patung-patung kecil, kecapi kuno yang masih tersimpan rapi, dilengkapi dengan berbagai porselen kuno yang diambil dari sungai musi (namun banyak juga yang tidak).
Sebuah prasasti, ditulis di batu
Ditulis dalam bahasa melayu kuno
Hal yang paling mencolok dari museum ini adalah mengenai budaya rakyat Palembang. Terdapat berbagai barang yang menunjukkan keindahan budaya Palembang, dari baju tradisional, porselen serta kain khas Palembang, gambar-gambar makanan khas Palembang, bahkan hingga rekayasa kamar adat Palembang beserta isinya. Bagi yang tertarik dengan sejarah maupun budaya, tempat ini sangat cocok sebagai bahan referensi penelitian.
Contoh Interior Rumah Adat Palembang
Salah satu pakaian adat khas Palembang
Kecapi yang masih tersimpan rapi
Ini adalah sedikit pengalaman yang telah saya sampaikan. Dalam perjalanan ini, semoga anda tidak bosan-bosannya membaca cerita-cerita saya. Ready for the next trip? Let’s Go!

Thursday, February 12, 2015

Undang Saja Allah

"My Commitment and Devotion shall Carry Me to the Top!"
Oleh: Maulana Malik Fikri
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
Buku karya Ustadz Yusuf Mansur ini, juga mengandung sebagian informasi mengenai Kuliah Online yang ia berikan di website-nya, yaitu wisatahati.com. Saya sangat menyukai Ustadz Yusuf Mansur ini, karena ia berkarya sambil bersedekah, dalam bentuk ilmu, amal, maupun materi. Hal yang sangat patut diteladani bagi seorang ustadz.

Dalam buku ini, Ustadz Yusuf Mansur memberikan solusi alternatif untuk menggapai apapun yang kita mau, yaitu melalui riyadhah. Riyadhah ini dilakukan dalam bentuk shalat, terutama shalat dhuha, karena shalat ini mengandung mukjizat dalam mempermudah rezeki seseorang. Tidak terbatas dari situ, untuk mencapai akhlak dan riyadhah yang baik, seseorang harus memerhatikan ketepatan waktu sholatnya, menjalankan ibadah sunnah mu’akkad seperti sholat sunnah dhuha, rawatib, dan tahajjud. Setelah melakukan riyadhah, sempurnakanlah dengan bersedekah kepada orang lain, terutama fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. Bersedekahlah dengan niat karena Allah. Dengan begitu, sebenarnya anda akan bertransaksi dengan Tuhan yang Maha Memberi Rezeki. Yakinlah dengan pertolongan Allah, tetap tawakal kepadanya, hingga keajaiban terjadi dalam hidup anda.

Namun, anda bukan hanya berdoa dan bertawakal saja. Anda juga harus membersihkan diri anda dari dosa-dosa. Jika anda seorang yang sering berzina, entah itu zina mata, zina perkataan, dsb, lebih baik anda hentikan kegiatan itu. Selain tidak memberi manfaat, anda akan mendapat azab, dapat berupa penyakit, kesengsaraan, dsb. Jika anda sering berbohong, berhentilah berbohong. Jika anda sering menyakiti, ataupun mem-bully orang lain, berhentilah melakukan hal tersebut. Jika anda tetap melakukannya, kegiatan positif yang anda lakukan akan hilang dan menjadi sia-sia.

Buku ini dilengkapi dengan suri teladan, meliputi berbagai kisah nyata seseorang yang telah menjalankan saran Ustadz Yusuf Mansur, yang kemudian akan menjadi kekuatan tersendiri bagi yang membacanya.  

Delapan Sifat Al-Muttaqin

Wisdoms of the Eight
Oleh: Maulana M. Fikri
Sumber Gambar: Google
Tahukah kalian bahwa rata-rata terjemahan Al-Qur’an yang kita pegang saat ini di Indonesia (dan juga beberapa Al-Qur’an Internasional), bukanlah terjemahan Al-Qur’an yang sebenarnya, namun merupakan tafsiran yang disetujui oleh berbagai ulama’ besar? Tafsiran yang diberikan saat ini, adalah untuk menyatukan pemahaman tentang ayat-ayat Al-Qur’an, serta menghindari tafsiran-tafsiran yang menyesatkan umat. Harus saya akui bahwa, ulama-ulama itu memiliki tujuan yang baik, terutama untuk menyatukan umat Islam yang terdiri atas berbagai aliran karena masing-masing aliran memiliki pemahamannya tersendiri terhadap agama Islam. Namun, saya juga tidak menyalahkan jika karena membaca ayat-ayat Al-Qur’an, kita dapat memiliki sudut pandang yang berbeda dari orang lain. Seperti yang saya bilang pada artikel sebelumnya, bahwa seorang individu menyimpulkan ataupun menyikapi suatu kejadian berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang telah mereka himpun. Karena itu, wajar saja jika kita memiliki opini yang berbeda-beda.

Mungkin memang sudah menjadi suratan takdir, dimana kita terpisah-pisah menjadi berbagai aliran, Bahkan agama-agama samawi sebelumnya juga memiliki nasib yang sama, terpecah-belah karena terdapat pemahaman yang berbeda terhadap agama mereka. Contohnya adalah, agama Hindu yang semula adalah satu kesatuan, lambat laun terpecah belah, hingga muncul agama Buddha sebagai pesaingnya. Nasib yang sama dialami oleh kaum Nasrani, dimana pemahaman mereka terbelah menjadi Kristen Ortodoks dan Kristen Protestan. Islam juga tak luput dari takdir ini, dimana saat ini terdiri dari berbagai aliran yang berbeda, dari NU, Muhammadiyah, Syiah serta aliran lainnya.

Memiliki dan mempelajari suatu kitab samawi adalah berkah tersendiri; namun kitab-kitab ini juga merupakan ujian bagi kita. Terpecah-belahnya umat-umat beragama, memang tak dapat dihindari, sehingga hal ini memang tidak dapat disalahkan ataupun dibebankan pada kaum tertentu. Karena dari ayat-ayat kitab samawi-lah, kita terpisah-pisah. Ayat-ayat dalam kitab samawi, terdiri dari dua jenis, yaitu ayat yang jelas dan ayat yang tidak jelas. Sikap kita terhadap ayat-ayat inilah, yang nantinya akan memilah kita menjadi golongan-golongan, dari orang yang beriman, bertakwa, munafik, bukan orang beriman serta kafir.

Melihat bahwa tafsiran Al-Qur’an, yang telah disetujui oleh ulama-ulama besar Indonesia tidak menyelesaikan masalah akan perpecahan umat Islam ini, maka saya tidak akan melarang jika diantara kita memilih aliran tersendiri, ataupun tidak memilih suatu aliran namun tetap mempelajari Al-Qur’an itu sendiri. Pada akhirnya, apapun yang kita pilih, saya harap kita dapat mempertanggungjawabkannya nanti di Hari Penghakiman.

Seandainya ada suatu hal yang saya inginkan, adalah terjemahan Al-Qur’an dikembalikan pada terjemahan sesungguhnya, bukan tafsiran atas berbagai ulama. Meskipun tafsiran itu bersifat baik, untuk meluruskan pemahaman tentang Al-Qur’an, namun tafsiran tersebut tetap bukanlah terjemahan Al-Qur’an yang sesungguhnya, bahkan dalam keadaan ekstrim, dapat mengubah ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri (dalam Bahasa Indonesia). Beruntung bahwa Al-Qur’an diberikan dalam bahasa Arab, yang entah bagaimana isi Al-Qur’an dalam bahasa Arab ini tidak berubah setelah 1400 tahun lamanya.

Semoga umat Islam terhindar atas musibah yang menimpa kaum Nasrani pada dahulu kala. Saat-saat yang dikenang sebagai “the dark age of Europe” itu berada dalam perpecahan besar. Hal ini karena, adanya pastor-pastor tertentu yang menafsir (mengubah) beberapa ayat Al-Kitab sebagai suatu bentuk pembenaran atas perbuatan mereka. Ayat-ayat yang diubah, meliputi jumlah kekayaan yang diberikan pada gereja, berbagai peraturan yang dibuat untuk melindungi diri dari hukum, serta berbagai hal lainnya. Perpecahan itu menjadi semakin besar hingga terdapat berbagai aliran yang menyatakan kebenarannya tentang Al-Kitab. Pada akhirnya, hal inilah yang membuat perpecahan antar pastor, yang kemudian memecah kaum Nasrani menjadi dua kelompok besar yaitu Kristen Ortodoks dan Kristen Protestan. Kristen Ortodoks ini adalah umat Kristen yang ingin berpegang teguh terhadap ajaran-ajaran yang telah dihimpunnya selama bertahun-tahun, sedangkan Kristen Protestan adalah kaum yang tidak menyetujui ajaran-ajaran tersebut karena telah diubah oleh pastor-pastor yang tidak bertanggungjawab, sehingga memisahkan diri menjadi saingannya.

Karena banyaknya ayat-ayat yang telah diubah, maka tak heran jika kaum Nasrani pada saat itu berada dalam kekacauan. Hingga para ahli kitab, harus bersusah payah memilah mana ayat yang benar dan mana ayat yang salah, kemudian melalui persetujuan untuk membangun ulang kitab tersebut. Hal ini sebenarnya juga telah menimpa umat Islam, pada masa kegelapan Islam setelah jatuhnya Khilafah. Namun saat itu yang diubah bukanlah ayat-ayat dalam kitab Al-Qur’an, melainkan hadist-hadist Nabi, sehingga saat ini beberapa hadist masih dalam perdebatan mengenai ke-shahihannya, sehingga dibuatlah tingkat-tingkat terhadap hadist Nabi.

Karena itulah, akan lebih baik jika kita memisahkan antara tafsiran dengan terjemahan yang sebenarnya. Apa kalian tidak penasaran mengapa isi kitab Al-Qur’an tidak berubah, padahal isi kitab-kitab samawi lainnya berubah? Mengapa Qur’an tidak berubah sedikitpun, padahal hadist-hadist Nabi berubah?

“Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya kamilah yang benar-benar memeliharanya (menjaganya)..”
(Surah Al-Hijr/15:9)

Apa kalian pernah membaca terjemahan Surah Al-Baqarah ayat 1 – 5? Tentu, jika kita mengambil Al-Qur’an, kebanyakan dari kita hanya melafalkan huruf Arabnya saja tetapi tidak memperhatikan arti dari ayat Al-Qur’an tersebut. Setelah melalui beberapa terjemahan web mengenai Surah Al-Baqarah ayat 1 – 5, saya menyimpulkan terjemahan sebenarnya adalah sebagai berikut:
1. Alif Laam Miim
2. Itu buku (kitab) tanpa keraguan didalamnya, bimbingan (petunjuk) bagi Al-Muttaqin.
3. Yg percaya kepada yang tak terlihat (ghaib), dan melaksanakan shalat, dan dari apa yg telah kami berikan kepada mereka, mereka keluarkan,
4. Dan mereka yang percaya kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan apa yang diturunkan sebelummu, dan (tentang) akhirat mereka yakin.
5. Mereka dalam bimbingan (petunjuk) Tuhan, dan mereka orang2 yg berhasil (berjaya).

Kalian mungkin akan merasa kaget saat pertama melihat terjemahan ini, karena ada beberapa kata yang berbeda dari terjemahan (tafsiran) Al-Qur’an pada umumnya. Saya juga memiliki alasan dan pertimbangan tersendiri terhadap terjemahan ayat-ayat ini.

Al-Qur’an, pada bagian ini menyebutkan beberapa hal, namun yang pasti mencolok adalah ciri-ciri dari Al-Muttaqin. Kebanyakan Al-Qur’an menerjemahkan kata Al-Muttaqin ini menjadi beriman atau bertakwa. Memang, kedua terjemahan ini tidaklah salah. Karena kata Al-Muttaqin sendiri memiliki makna jamak yang sangat beragam, meliputi seseorang yang berserah diri, seseorang yang takut, seseorang yang menjaga diri, seseorang yang beriman, bertawakal, dsb. Karena memiliki berbagai definisi yang tak pasti, akhirnya saya memutuskan bahwa ini adalah ciri-ciri untuk golongan tertentu, yang disebut sebagai Al-Muttaqin (tidak diterjemahkan).

Sifat Golongan Al-Muttaqin
1.   Mendapat bimbingan dari Al-Qur’an
Golongan Al-Muttaqin mendapat petunjuk dari Al-Qur’an, sehingga mereka pasti membaca dan mempelajarinya. Ini adalah sebuah syarat untuk masuk ke dalam golongan Al-Muttaqin ini.

2.   Percaya kepada yang tak terlihat (ghoib)
Hal-hal yang tak terlihat, tidak terbatas pada alam jin semata. Namun, benar-benar meliputi segala sesuatu yang tidak terlihat, seperti kisah-kisah lampau, ramalan masa depan, serta kejadian-kejadian yang membutuhkan waktu berjuta, mungkin bermilyaran tahun untuk terjadi lagi (contoh: komet lovejoy). Karena sebenarnya, kebanyakan kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah hal-hal yang tak dapat kita lihat, tetapi mereka tetap mempercayainya.

3.   Melaksanakan shalat
Perintah shalat, adalah sebuah perintah untuk menyembah Tuhan, yang dikenalkan dalam Islam. Karena itu, golongan Al-Muttaqin ini termasuk umat Nabi Muhammad SAW.

4.   Mengeluarkan apapun yang diberikan kepada mereka
Banyak Al-Qur’an yang menerjemahkan (menafsirkan) bagian ini sebagai zakat. Namun, menurut saya, hal ini tidak terbatas pada zakat saja, bahkan mungkin lebih bersifat kepada sedekah. Karena itu, salah satu ciri golongan Al-Muttaqin adalah senang berbagi dengan orang lain. 

5.   Percaya kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan apa yang diturunkan sebelummu
Bagian ini cukup rumit untuk dijelaskan. Disini, golongan Al-Muttaqin percaya terhadap seluruh kitab-kitab samawi yang telah diturunkan Tuhan. Ada berbagai kemungkinan untuk menjelaskan pernyataan ini. Mungkin mereka mempelajari seluruh kitab-kitab samawi. Mungkin mereka berasal dari agama lain, yang mempelajari Al-Qur’an dan mempercayai seluruh kitab-kitab (mu’allaf). Namun, satu hal yang pasti, bahwa golongan Al-Muttaqin tidak memusuhi antar kitab samawi, namun lebih kepada memaklumi dan menerima apa adanya.

6.   Yakin akan akhirat
Sebenarnya, akhirat termasuk suatu hal yang tidak dapat kita lihat, yang seharusnya berada pada poin dua. Namun, Tuhan secara khusus menyebutkan hal ini. Mungkin karena, Tuhan ingin mengingatkan kita tentang adanya kehidupan lain selain kehidupan duniawi, yang telah dijelaskannya dalam kitab-kitab samawi sebelumnya. Hal ini juga, sebagai ujian dan petunjuk, bahwa Al-Qur’an ini adalah sama dengan kitab-kitab samawi yang telah diturunkan sebelumnya, karena kitab-kitab sebelumnya juga pasti dikabarkan mengenai akhirat.

7.    Mendapat bimbingan dari Tuhan
Ini juga adalah hal yang cukup sulit dijelaskan. Mendapat bimbingan dari Tuhan, biasanya berupa suratan takdir, karena Tuhan menginginkannya dan karena dia menginginkan Tuhan. Biasanya terjadi melalui gerakan hati, berupa suatu dorongan yang kuat, untuk melakukan sesuatu. Karena dorongan ini berupa dorongan Tuhan, maka ia akan berada di jalan yang lurus, yang penuh dengan nikmat.

8.   Mereka orang-orang yang berhasil (berjaya)
Ini adalah ciri yang paling menonjol dari golongan Al-Muttaqin, bahwa mereka adalah orang-orang yang sukses. Karena bersifat umum, maka berhasil disini meliputi keberhasilan dunia dan akhirat. Maka dari itu, golongan Al-Muttaqin ini, dalam kehidupan dunia, dapat berasal dari berbagai profesi. Dari pemilik pabrik, seorang CEO besar, ilmuwan terkenal, musisi yang melegenda. Dapat berasal dari berbagai kalangan tergantung pada berbagai bidang yang ingin ditekuni.

Hal-Hal Lain
Terdapat beberapa hal yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Baqarah 1 – 5 ini. Yang pertama adalah mengenai ayat pertama, yaitu Alif Laam Miim. Tiga huruf yang dibentuk untuk memulai Surah Al-Baqarah. Mengapa Tuhan memberikan ayat ini, sebagai pembuka Surah Al-Baqarah? Hal ini, masih berupa misteri yang belum terpecahkan. Namun, dalam matematika Al-Qur’an, suatu sistem telah ditemukan untuk mengurut seluruh huruf serta ayat dalam Al-Qur’an. Sehingga, jika ada suatu huruf yang menghilang, maka jejaknya dapat ditelusuri melalui mekanisme matematika. Mungkin, salah satu fungsi ayat ini adalah sebagai perisai untuk menjaga isi Al-Qur’an, jikalau ada yang ingin mengubahnya. Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa ayat pertama ini, suatu saat nanti pasti menjadi batu ujian dan berkah, bagi orang yang tidak mengerti dan orang yang mengerti.
Yang kedua, adalah bahwa Kitab ini tidak ada keraguan padanya. Hal ini mencerminkan bahwa Tuhan telah menjamin kebenaran dari isi kitab ini. Dapat ditafsirkan bahwa, apapun yang tertulis dalam kitab ini adalah kebenaran, maka sebisa mungkin jangan mengubah isi (terjemahan) dalam bentuk tafsiran, meskipun tafsiran kalian benar.

Mungkin itu adalah sedikit ilmu yang bisa saya berikan kali ini. Semoga kita semua dalam lindungan dan berkah Tuhan.

Wednesday, February 11, 2015

SMAN Sumatera Selatan

From my beloved Dorm
Oleh: Maulana Malik Fikri
Mercusuar Dorm :D
Saat SMA, saya dulu bersekolah di SMAN Sumatera Selatan, Sampoerna Academy yang berada di Jakabaring, Palembang. Masa-masa SMA saat itu sangat indah, namun karena laptop dan hard disk saya dicuri selepas saya lulus, kenangan foto yang telah tersimpan selama tiga tahun langsung sirna. Sejak itu, saya selalu mencetak foto-foto yang masih dalam bentuk soft file di kamera maupun hp. Saat liburan semester satu, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sekolah saya ini. Banyak yang telah berubah semenjak saya lulus. 
More new books, more new things..
... with a TV and International channel programs!
Disana sudah terbentuk gedung-gedung baru, yang digunakan sebagai fasilitas sekaligus ruang kelas tambahan. Selain itu, buku-buku di perpustakaan sudah update dengan beragam koleksi buku. Ditambah dengan adanya TV yang di fasilitasi dengan channel Internasional, perpustakaan ini menjadi tempat favorit untuk mencari informasi maupun untuk melihat perkembangan dunia. Perpustakaan ini dilengkapi dengan AC, sofa, koran, komputer dan ruangan yang luas.
Created by Rhino House
May we always win !
Seperti biasa, saat pertama kali memasuki area sekolah, anda akan disambut oleh semacam mercusuar dan pos satpam. Saat anda mulai melewati koridor menuju ruang kelas, anda akan melihat karya –karya gambar murid di tembok. Project itu dulu disebut “Mural Art”, dimana seluruh murid ikut serta dalam karya seni di tembok-tembok ini. Ruangan kelas tidak banyak berubah semenjak saya lulus, namun ruang Art sudah dipenuhi dengan berbagai karya baru. Auditorium tidak banyak berubah, hall pun terlihat sama. Yang saat itu agak berbeda adalah kantin, dimana meja dan kursinya disusun ulang, sehingga terlihat baru. Catering sekolah kami masih berganti-ganti. Office guru dan staff tidak banyak berubah juga, namun ada beberapa guru baru yang terlihat di tahun ini.
With Esa
Dengan guru kece, Bu Yenni :D
Tentunya, saya bertemu dengan anak-anak baru, yang saat itu masih kelas 10. Saya melihat perkembangan mereka dengan materi IGCSE (sebuah kurikulum Cambridge), serta bagaimana nilai moral mereka. Rata-rata tidak banyak yang berubah, kecuali peraturan yang kian mengetat karena banyaknya pelanggaran murid. Ditambah dengan suasana asrama yang agak sepi, karena sudah jarang terdengar nyanyian maupun canda gurau, kecuali saat ada acara maupun kompetisi dalam sekolah. Meski memang terdapat perbedaan, namun saya senang dapat mampir sejenak di sekolah dimana saya mengenyam pendidikan SMA.
Dorm at Night
Halo :D
So that was my school. How about yours? Don't miss the next story in the coming days!

Pemetaan Kasar Geologi daerah Banyumas dan sekitarnya

Through roads and hills and forests and ...
Oleh: Maulana Malik Fikri
Ekspedisi jalan2 kali ini + Ubay (yang foto)
Saat itu, kami mendapatkan tugas besar Petrologi. Tugas itu adalah berkeliling ke suatu daerah untuk menemukan berbagai macam batuan yang terkandung di daerah tersebut. Ada beberapa daerah yang harus dikunjungi, antara lain Banyumas, Purbalingga, Bobotsari dan Pemalang. Saat itu, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan saya beserta teman-teman mendapatkan daerah Banyumas. Kami diberi waktu sekitar 3 minggu untuk mengerjakannya.
Dengan Mas Fikri dan Mas Erik
John di singkapan batuan sedimen
Saya beserta teman-teman saya meminta pendapat kakak kelas kami di geologi (Mas Fikri dan Mas Erik). Mereka mengajari kami beberapa hal, terutama tentang peta, dan bersedia untuk menemani kami dalam perjalanan ke Banyumas untuk mencari singkapan. Sebelum pergi ke lapangan, kita harus menyiapkan beberapa hal, seperti GPS, baterei, air minum, plastik sampel, alat tulis, buku lapangan dan peta. Kita harus menyiapkan peta regional dan peta kontur, yang digunakan untuk mencatat lokasi singkapan.
Mas Fikri di pedalaman.. #Abaikan
Saya di pedalaman.. #Abaikan
Kebanyakan, kami menemukan singkapan batuan beku, yang kemungkinan adalah Basalt. Saat sampai di singkapan, kita harus menentukan dimana kita berada di peta, dan menandai petanya. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat kondisi geografi di sekitar kita, seperti bukit, sungai, lembah, dsb. Lalu kita sketsa singkapan tersebut sebaik-baiknya, sertakan beberapa catatan penting seperti adanya sesar, kekar, dll. Setelah itu kita deskripsikan singkapan tersebut serta hal lain seperti cuaca dan tanggal. Jangan lupa ambil sampelnya dan tandai dengan pena waterproof (deskripsi sampel batuan dapat dilakukan di rumah). Terakhir, foto singkapan tersebut, dari jarak jauh dan jarak dekat (lebih baik disertakan perbandingan, seperti orang, pena, dsb).
Basalt yang lapuk dengan urat kuarsa
Ubay, di singkapan lava flow, basalt.

Di daerah Banyumas ini, kami biasanya menemukan singkapan di sekitar jalan. Setelah menemukan beberapa singkapan, kami memutuskan untuk masuk ke pedalaman karena Dinar menceritakan bahwa ia pernah ke singkapan yang ada air terjunnya. Tertarik, kami pun mencari singkapan tersebut. Ternyata singkapan yang dimaksud Dinar adalah singkapan batuan beku, yang seperti aliran lava. Sepintas memang terlihat seperti air terjun, tapi percayalah, itu hanya aliran air yang melalui jalur singkapan batuan beku. Meskipun begitu, kami sangat menikmati panorama alam daerah tersebut.
Pemandangan di sekitar Banyumas
Itulah sedikit perjalanan kami, mencari singkapan batuan di daerah Banyumas. Bagaimana dengan cerita perjalananmu? Wait up for the next thread :D

Ulang Tahun Mbak Gintha

From Heart to Heard
Oleh: Maulana Malik Fikri
A little Happy B'day cake
Perayaan ulang tahun mungkin adalah hal yang ditunggu-tunggu setiap orang. Seperti biasa, hal ini dilakukan untuk merayakan hari kelahiran mereka. Namun, mungkin akan menjadi hal yang berbeda ketika kalian memiliki pacar, pasangan, ataupun calon istri. Hari ulang tahun tersebut, akan menjadi hari yang indah karena kita pasti merayakannya bersama sang pasangan, sehingga ini tidak menjadi sekedar perayaan pribadi. Pastinya bakal ada banyak surprise, entah baik atau buruk. Dan tentunya ada banyak ucapan dan hadiah, yang membuat kita merasa berarti dalam hidup ini. Yah, mungkin hal inilah yang dialami oleh Mas Fikri dan Mbak Gintha.
Mas Fikri ngantuk , semalam hampir nggak tidur wkwk..
Saat itu saya mengingatnya dengan jelas, dimana Mas Fikri mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakan hari ulang tahunnya Mbak Gintha semalam sebelum hari H. Mengajak saya dan John untuk berkeliling Purbalingga, memesan kue ulang tahun, menyiapkan kado hingga membungkusnya. Dengan segala persiapan, saya yakin proses ulang tahun besok akan cukup sukses. Besoknya, ia siap mengantar kue dan hadiahnya ke kosan Mbak Gintha, yang berada di Purwokerto.
Aaaaaaaeeeeemmmmmm....
dan aaaaaaaeeeeeemmmmmm..... wkwkwk
Seperti biasa, sesampainya disana kami menyambut Mbak Gintha, mengucapkan selamat ulang tahun, dan memberikan hadiah. Lalu kami memakan kue sebisa yang kami makan (sebenarnya hanya makan sedikit, karena pagi itu kami memang berencana makan di Spesial Sambel). Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, kamipun berangkat ke Spesial Sambel.
Dengan John juga
Sebenarnya perayaan ulang tahun, mungkin sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Hal ini saya simpulkan karena beberapa hal:
1.  Memberikan pengalaman hidup yang menarik
2.  Memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik
3.  Mempererat persaudaraan dan silaturahmi
4.  Pembentukan mental yang baik, karena adanya perasaan dihargai, disayang, dan diingat
5.  Pemberian hadiah dapat meningkatkan semangat, dan menjadi kenangan indah dalam hidup.
Happy B'day mbak! Longlast yah :D
Yah, begitulah perayaan yang sebenarnya biasa saja, akan menjadi spesial ketika bersama orang-orang yang menyayangi kita. Bagaimana dengan anda? See you in the next story :D