Disable Copying

Find it in Pantai Menganti!

A beach paradise full of unknown wonders :)

Waduk Mrica

Great photos, great pictures, great moments :)

@Banyumas

Look down there, there might be lives living in peace :)

Candi Prambanan

Indonesia's exclusive paradise for archeological adventures.

6th Sainsation

An exciting English Debate Competition in UNSOED Engineering Faculty!

Thursday, February 8, 2018

Keajaiban

Oleh: Maulana Malik Fikri

Kata-kata adalah keajaiban
Ia mengajarkan kita untuk saling mengenal
Memberi arti lebih dari sekedar memahami
Sebuah awal bagi makhluk untuk berkumpul

Namun pemahaman tidak terbatas pada kata
Sekedar gerak tubuh pun memiliki maksud
Satu ayunan tangan dapat menghancurkan dunia
Sebuah senyuman dapat menyelamatkan nyawa

Katakanlah padaku, manusia
Bukankah kalian adalah keajaiban?
Katakanlah padaku, kalian yang bernafas
Bukankah kalian adalah keajaiban?

Keajaiban itu ada
Di dalam, di luar, diatas, dibawah
Ia meliputi kalian dan di dalam kalian
Seutuhnya, bukankah ini keajaiban?

Maka bersujudlah kalian pada pembuat keajaiban
Ia hanya Satu dan Ia penuh Cahaya

Monday, February 5, 2018

Belajar Geologi di daerah Bobotsari dan sekitarnya

Batulempung sisipan Batupasir
Masa awal semester dulu adalah masa-masa dimana kami mulai tertarik dengan berbagai pelajaran di perkuliahan. Dalam hal ini, saya dalam jurusan geologi, sangat tertarik dalam mempelajari batuan. Ada banyak hal yang menarik perhatian saya, dari batu mulia hingga fossil. Seakan-akan saya memang sangat cocok dengan jurusan ini. Saya juga menyukai kegiatan outdoor di lapangan.
Saat itu, saya dan Tulus pergi ke lapangan dengan Mas Erik hanya untuk sekedar belajar. Kami pergi ke daerah Bobotsari. Disana kami diajari mengenai aspek geomorfologi, yaitu bentuk permukaan bumi dan mengambil foto untuk membuat laporan. Begitu juga dengan jenis sungai. Dan yang paling penting dan paling dasar, yaitu cara membedakan batuan, minimal antara batuan beku, sedimen dan metamorf.
Geomorfologi daerah Bobotsari dan sekitarnya
Foto sungai beserta arah aliran airnya
Perjalanan kami berlanjut ke arah Tangkisan, dimana kami belajar perlahan mengenai lapangan Tugas Akhir Mas Erik. Disini, kami melihat adanya batupasir dan batulempung, keduanya berselang-seling. Kami juga belajar perlahan untuk mengidentifikasi mengenai struktur sedimen yang terlihat, seperti Ripple Mark, perlapisan ataupun laminasi. Disana juga terlihat bentuk yang seperti shear fracture, yang menandakan adanya gaya yang berkembang di daerah tersebut. Kami juga melihat adanya semacam endapan putih yang berkumpul, yang kemungkinan merupakan adanya unsur-unsur penambah yang mengendap disana. 
Adanya endapan unsur-unsur penambah?
Struktur Sedimen Ripple Mark
Shear Fracture
Setelah melihat-lihat lapangan sejenak, kami pergi bermain ke sungai di daerah Bobotsari. Saat itu musim batu sedang sangat berkembang pesat, sehingga kami pun ingin mencoba mendapatkan batu-batu yang mungkin bisa dipoles dan dijual. Namun, karena banyaknya penambang pasir dan warga lokal yang mencari batu di daerah tersebut, sangat sulit bagi kami untuk menemukan batu yang benar-benar bagus.
Foto Singkapan Batuan di Lapangan
Selesai mencari batu, kamipun segera pulang kembali ke kosan. J

  

Monday, January 22, 2018

Sekolah Tiara Bangsa – Kelulusan masa SD

Saya dan Ibu saya saat masa kelulusan
Saya dulu lulus SD pada tahun 2006 di sebuah sekolah Internasional yang bergengsi, yaitu Sekolah Tiara Bangsa. Dulu sekolah ini terletak di daerah Cibubur, namun sekarang sudah berpindah, nama (atau gelarnya mungkin) juga sudah berubah, menjadi Anglo-Chinese School – Sekolah Tiara Bangsa. Perubahan ini mungkin karena adanya kerjasama dengan pihak luar, namun prestisnya tetap sama sebagai sebuah IB World School. 
Adik saya dengan teman dan gurunya
Saya dulu biasanya bersepeda ke sekolah dengan adik saya. Saat pagi kami biasa siap duduk di kelas saat bunyi bel masuk. Kelasnya cukup nyaman dengan AC, guru-guru yang mengajar juga banyak berasal dari “bule” atau warga negara asing. Di sekolah ini, biasanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam mengajar. Materi yang disampaikan pun sesuai dengan kurikulum Internasional. Disini terdapat banyak murid-murid dari golongan menengah keatas. Bahkan artis Sherina pun bersekolah disini, namun saat itu saya masih SD sedangkan dia sudah SMA. 
Adik saya duduk di teater sekolah
Secara keseluruhan, menurut saya sistem pendidikan di sekolah swasta memang lebih terstruktur dan rapih dibandingkan sistem pendidikan di sekolah nasional. Hal ini terbuktikan di masa SMP, dimana sebagian mata pelajarannya sudah ada pendahuluannya dari masa SD dulu, terutama pelajaran geografi dan matematika. Selain itu, lingkungan sekolah yang menyenangkan dan PR yang sedikit membuat anak-anak dapat berkembang dengan baik, tidak diliputi dengan stress. Oya, fasilitasnya sangat beragam dan luas, dari kolam renang, lapangan bola, hingga teater sekolah, semuanya benar-benar komplit. 
Persiapan Kelulusan SD
Melihat kembali foto-foto ini, saya merasa sedikit kangen dengan teman-teman masa SD dulu. Sekarang masing-masing orang sudah memiliki jalannya sendiri-sendiri, bahkan sebagian sudah mulai menapaki jenjang karier mereka. Sudah 12 tahun lamanya sejak saya lulus dari sekolah ini, jika saya ada kesempatan, saya ingin mengunjungi sekolah saya ini lagi di Jakarta.  
Upacara Kelulusan SD

Sunday, January 21, 2018

Perjalanan Lampau di Madura

Ibu dan Adik-Adik saya di depan Masjid Agung
Kali ini saya akan menceritakan sedikit kisah perjalanan saya saat berkunjung ke Madura dulu. Kira-kira saya saat itu masih SD. Biasanya saat libur panjang, keluarga saya pergi jalan-jalan untuk silaturahmi, antara ke Solo atau Madura. Solo adalah tempat lahir ibu, sedangkan Madura adalah tempat lahir Bapak. Saat itu, kami menginap di tempat bibi dari Madura, rumahnya sederhana dan di depannya terdapat warung bakso. Pintu depan biasa dijegal dengan semacam keong raksasa yang kemungkinan itu adalah fosil.

Bapak biasa bersilaturahmi ke kyai-kyai serta teman-teman pondoknya. Selain itu, kami juga pergi ke “Hastina Pura”, yaitu tempat dikuburnya raja-raja beserta keturunannnya. Didalamnya, terdapat makam dengan berbagai ukuran dan juga terdapat tempat untuk ziarah bagi pengunjung yang datang. Jikalau anda melihat relief pembangunannya, ia berkesan mirip dengan relief yang ada di candi pada umumnya. Anda juga dapat melihat silsilah keturunan para raja dengan jelas disana.
Saya dan Adik-Adik saya di depan Masjid Agung Sumenep
Taman Adipura Kota Sumenep
Setelah itu, kami pergi mengunjungi Masjid Agung Sumenep. Masjid Agung ini memiliki pintu besi yang besar dan kuat. Pintu ini sendiri seperti layaknya pintu benteng, mungkin digunakan sebagai perlindungan di masa penjajahan ataupun masa reformasi dahulu. Letak Masjid Agung ini berdekatan dengan Taman Adipura Kota Sumenep. Didalamnya terdapat pohon-pohon rimbun dan lapangan yang luas, seperti alun-alun kota pada umumnya.
Di depan Museum Keraton Sumenep
Kemudian, kami pergi ke Museum Keraton Sumenep. Disana terdapat berbagai imitasi kapal disertai dengan penjelasan singkat mengenai fungsi kapal tersebut. Selain itu, terdapat juga Al-Qur’an raksasa disana, yang telah disimpan secara menurun dan diserahkan ke pihak museum. Terdapat juga barang-barang peninggalan masa peperangan, seperti meriam dan pedang. Di bagian luar terdapat beberapa peninggalan arca, mungkin dari masa kerajaan. 

Beberapa foto dibawah adalah foto-foto lawas saya pada masa itu. Masih dengan badan kurus dan rambut yang sangat berantakan. Mengenang masa-masa itu merupakan sebuah nostalgia bagi diri saya sendiri. Selamat menikmati :)
Meriam dari masa penjajahan
Koleksi senjata pedang dari Museum
Miniatur Kapal di Museum
Adanya arca di bagian luar Museum


Thursday, September 1, 2016

Serat Wedhatama

“A Guide Towards Spiritual Life”
Oleh: Maulana Malik Fikri
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
            Serat Wedhatama adalah sebuah kitab kecil, yang berisi sajak-sajak seperti puisi, gaya penulisannya mirip dengan kitab Jayabaya, dibuat oleh Sultan Mangkunegaran IV. Dan seperti kitab Jayabaya, Serat Wedhatama juga mengandung nasihat-nasihat bagi orang-orang yang membacanya. Namun bedanya, kali ini bukan sekedar nasihat yang diberikan, namun juga cara untuk melihat tiga dunia. Jika ditilik dari sejarah, dapat kita lihat bahwa pada masa Sultan Mangkunegaran IV inilah masa kejayaan Kerajaan Mangkunegaran memuncak dari segi ekonomi, sosial dan kebudayaaan. Namun, masih dalam perdebatan mengenai hubungannya dengan Belanda.

            Pada dasarnya, isi dari Serat Wedhatama adalah cara untuk membedakan mana orang yang berilmu dan mana yang tidak. Untuk mencapai ilmu manunggal, terdapat 4 macam sembahyang, yaitu sembahyang raga, sembahyang cipta, sembahyang jiwa dan sembahyang rasa. Masing-masing memiliki tingkatannya sendiri, namun menurut saya pribadi hal ini sangat mirip dengan tingkatan syariat-tarekat-hakikat-makrifat.

            Ajaran sembahyang diatas sangat penting untuk mencapai ilmu manunggal, terutama bagi mereka yang ingin mencari Tuhan. Tiap tingkatan memiliki syarat masing-masing dan sebelum anda mendapatkan petunjuk Tuhan, anda tidak akan sanggup naik tingkat. Pembersihan jiwa dan hati adalah hal yang paling penting, terutama dalam mengekang hawa nafsu serta amarah. Sebelum mencapai tahap hakekat (sembahyang jiwa), yaitu ada diantara sadar dan tidak sadar, anda akan sanggup memasuki dunia lain, dan jika anda diperbolehkan maka anda akan melihat tiga dunia berbeda. Namun, harus berhati-hati jikalau anda tidak kembali ke raga.

            Jikalau anda sudah mencapai tahap akhir makrifat (sembahyang rasa), maka anda dapat melihat dunia ini dengan sudut pandang berbeda, melihat bagaimana alam bekerja. Selain itu, anda sudah mulai bisa mendengar suara yang berbisik dalam hati, maka ikutilah suara itu, terutama yang menunjuk pada kebenaran.

            Perlu diketahui bahwa tiap proses sangat sulit, dan jika anda menuruti hawa nafsu maka anda akan gagal. Dan jikalau anda menemukan orang yang dapat mencapai tingkatan ini, ikutilah dia, karena besar kemungkinan dia termasuk orang-orang yang benar, dimana tirainya telat disingkapkan oleh Tuhan. Dalam Kitab Jayabaya, orang-orang ini, yang berbicara serta berbuat benar, diberikan gelar dewa. 

Babad Tanah Jawi

Kingdoms of Java Island
Oleh: Maulana Malik Fikri
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
            Kisah tanah Jawa masih diselimuti berbagai misteri, legenda dan mitos yang selalu hadir saling beriringan dengan fakta sejarah. Karena informasi yang tercampur-aduk, maka belum banyak fakta yang dapat diambil kecuali dari prasasti serta kitab Jawa yang mencatat kejadian-kejadian penting masa itu. Babad tanah Jawa ini sebenarnya masih penuh perdebatan, memberikan gambaran umum mengenai kerajaan-kerajaan yang menguasai Jawa, terutama daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

            Dikatakan bahwa kisah tanah Jawa berasal dari Nabi Adam, yang kemudian mencatat adanya kemunculan Nabi Sis di tanah Jawa, yang kemudian berlanjut pada kisah Mahabharata (anak-anak Pandu), setelah adanya banjir besar maka barulah turun kisah mengenai raja-raja Jawa. Pada mulanya kerajaan Jawa tersohor, penuh kedigdayaan, hingga munculnya wali songo yang mengubah kepercayaan masyarakat pada umumnya kepada Tuhan yang satu. Banyak yang menerima ajaran Islam pada saat itu, meski belum diketahui apa penyebab pastinya.

            Terdapat tiga cara untuk membuat kerajaan. Pertama, pemberian atas kerajaan yang lebih besar.Kedua, pengangkatan diri menjadi raja atas bersatunya sekutu-sekutu pada suatu wilayah. Ketiga, adalah merebut kekuasaan kerajaan yang ada. Dalam sejarahnya, kerajaan-kerajaan di Jawa pada pertengahan hingga akhir menemui banyak pengorbanan darah. Hingga pada akhirnya Belanda datang untuk berdagang, sekaligus memberikan bantuan pasukan serta teknologi dan senjata.

            Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat sopan, terutama terhadap raja. Entah mengapa penulis tidak menyalahkan raja, namun menyayangkan sikap buruknya, dan memberi pujian pada sikap yang baik.Disini mungkin masih ada penambahan dan pengurangan dari penulis, dan mungkin juga, tidak sesuai dengan fakta sejarah karena tidak ada sumber yang bisa ditilik. Dengan kata lain, kemungkinan buku ini adalah karangan sendiri sangat besar, dengan melihat sejarah-legenda umum mengenai tanah Jawa. Namun gaya penulisannya sangat mirip dengan buku Mahabharata, bedanya disini tidak ada kiasan.

            Sebagai sumber referensi, mungkin buku ini kurang pas untuk menulis sebuah penelitian ilmiah. Namun, dapat dibayangkan mengenai kondisi Jawa pada masa itu, pemerintahan serta pertarungan politik yang terjadi. Akan sangat menarik ketika kita melihat sudut pandang orang Jawa pada dahulu, dibumbui dengan sedikit konflik agama.

Thursday, April 14, 2016

Bringing Out The Entrepreneur In You

Your Business, Your Passion
Oleh: Maulana Malik Fikri
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
Buku karya Nanz Chong Komo ini adalah kumpulan dari pengalaman yang telah ia padatkan dalam sebuah buku sebanyak 242 lembar. Secara umum buku ini berisi mengenai pelajaran menjadi entrepreneur disertai dengan saran dan pengalaman beliau dan dilengkapi dengan contoh-contoh yang mudah untuk kita. Buku ini lebih bersifat memotivasi, terlihat dari gaya bahasanya yang cenderung positif.

Beliau menceritakan awal kariernya sebagai model fashion selama beberapa tahun. Kemudian, muncullah passion untuk berbisnis dengan ayahnya sebagai mitra, ia membentuk One.99shop yang memberikan keuntungan cukup besar untuk dirinya. Namun, karena beberapa hal, ia harus kehilangan bisnisnya karena bangkrut dan melikuidasinya. Ia sempat menjadi sorotan media karena hal ini, namun ia tetap memberikan tanggapan positif kepada para wartawan. Boleh jadi bisnisnya gagal, namun ia tetap bangkit dan percaya diri akan kesuksesan bisnis berikutnya nanti. Sejak saat itu ia terus diundang sebagai pembicara, menjadi mentor serta guru bagi entrepreneur muda dan juga menjalankan bisnis dengan mitra kerjanya.

Beliau menulis dengan detail mengenai bisnis serta pengalamannya, bagaimana kerja keras, pikiran positif serta kedisiplinan dapat merubah segalanya. Namun disini, ia juga memberikan tips bagaimana caranya membentuk tim yang baik dalam menjalankan bisnis, bagaimana merekrut pekerja, cara-cara meningkatkan manajemen dan penjualan dan persiapan untuk mengembangkan bisnis anda ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam menjalankan bisnis, beliau juga menyarankan agar anda terus menerus uptodate terhadap informasi yang ada, tren serta berita saat ini, karena bisnis bersifat dinamis dan sangat rentan terhadap perubahan. Kita harus terus meneus mengasah naluri bisnis kita untuk melihat keadaan pasar serta ekonomi dunia.

Bagi kalian yang ingin memulai bisnis, beliau lebih menyarankan untuk melakukan bisnis online terlebih dahulu. Gunakanlah media sosial untuk mempromosikan bisnis anda secara gratis. Pada media sosial anda juga dapat survey serta melihat opini publik mengenai jasa atau layanan anda. Saran dan kritikan mereka sangat penting untuk membangun bisnis anda.

Buku ini berisi informasi yang harus dipraktekan secara perlahan. Membutuhkan kedisiplinan dalam hal ini, tanamkanlah pola pikir positif dan terus berusaha. Pada buku ini, anda akan mendapatkan tips dan motivasi yang tidak disediakan pada buku lainnya. Selamat membaca J